Investasi Capai Rp9 Triliun, Ini Alasan Pakuwon Bangun Mal di Gombel Semarang

Investasi Capai Rp9 Triliun, Ini Alasan Pakuwon Bangun Mal di Gombel Semarang
Proses pematangan lahan di Gombel Kota Semarang untuk membangun Mal Pakuwon, Rabu (10/6/2026). (Daerah/Fitroh Nurikhsan)

Cendrawasihpost.com, SEMARANG — Kawasan Gombel di Kota Semarang bakal disulap menjadi pusat kawasan komersial baru dalam beberapa tahun ke depan. Proyek pembangunan mal oleh Pakuwon Group dengan nilai investasi yang mencapai Rp9 triliun tersebut digadang-gadang menjadi salah satu pusat perbelanjaan modern terbesar di Indonesia.

Saat ini proyek pembangunan masih berada pada tahap pematangan lahan. Tahapan ini dinilai penting dan menjadi prioritas karena lokasi pengerjaan proyek berada di daerah tanah gerak atau patahan aktif. 

Senior Project Manager Pakuwon Group, Paulus Louw, mengatakan pekerjaan yang berlangsung saat ini belum memasuki tahap pembangunan fisik Mal. Fokus utama pengembang ialah memastikan kesiapan dan keamanan lahan sebelum konstruksi dimulai.

“Untuk tahap awal, pekerjaan yang kami lakukan masih persiapan pematangan lahan. Kami belum membangun fisik gedung utamanya, proyek kami benar-benar baru pematangan lahan,” ungkap Paulus saat ditemui di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). 

Menurut Paulus, banyak pihak yang mempertanyakan keputusan Pakuwon memilih kawasan Gombel sebagai lokasi investasi. Mengingat wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan tanah gerak atau patahan aktif yang memiliki karakteristik geologi khusus.

Untuk memastikan keamanan proyek, Pakuwon telah melakukan berbagai kajian teknis dengan memasang struktur penahan tanah berupa soldier pile. Struktur ini berfungsi menjaga kestabilan lereng dan mengurangi risiko pergerakan tanah di kawasan pembangunan.

“Jadi kerjanya soldier pile ini benar-benar hanya untuk menahan kestabilan lereng di area yang akan kita kembangkan nanti. Soldier pile yang kami pasang terdiri atas tujuh lapis dengan diameter antara 1-1,2 meter dan panjang tiangnya mencapai 30 hingga 40 meter,” paparnya. 

Lebih lanjut, Paulus menjelaskan pemasangan soldier pile tidak hanya menjaga stabilitas lahan di area pengembangan Pakuwon, tetapi juga membantu meningkatkan keamanan lingkungan warga dan Jalan Gombel Lama yang sering kali rusak karena tanah gerak. 

Proses pematangan lahan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Ia optimistis pengembangan kawasan komersial di Gombel tidak hanya menghadirkan pusat perekonomian baru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar melalui penguatan lahan yang dapat mengurangi risiko pergerakan tanah.

“Soldier pile ini benar-benar kami bangun dan pasang untuk menahan pergerakan tanah. Jika ditanya apakah pemasangan soldier pile dapat mengurangi risiko keretakan rumah warga di sekitar lokasi? Jawabannya, iya sangat akan mengurangi,” paparnya. 

Jadi Ikon Mal Indonesia

Pakuwon melihat kawasan Gombel memiliki potensi yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Kawasan ini menawarkan perpaduan dua lanskap alam yang dinilai cocok untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan berbasis gaya hidup (lifestyle mall).

Paulus mencontohkan sejumlah pusat perbelanjaan modern ikonik di Asia seperti Marina Bay di Singapura maupun Icon Siam di Bangkok yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja, tetapi juga menyatu dengan lanskap alam di sekitarnya.

“Semarang ini kota yang unik. Kalau kita lihat mal-mal ikonik di Asia, mereka menawarkan konsep lifestyle yang menghidupkan area outdoor. Gombel memiliki perpaduan laut dan pegunungan yang sangat menarik. Itu yang menjadi alasan utama kami memilih lokasi ini,” jelasnya.

Menurut dia, pusat perbelanjaan yang dibangun nantinya akan menghadirkan pemandangan Laut Jawa sekaligus udara sejuk dari kawasan perbukitan Gombel. Konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru yang membedakan Mal Pakuwon dari pusat perbelanjaan lain.

Meski di Kota Semarang sendiri sudah dibanjiri mal atau pusat perbelanjaan modern. Pakuwon mengaku tidak takut bersaing dan justru senang dengan persaingan yang sehat. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Mal Pakuwon ditargetkan mulai beroperasi atau opening paling lambat tahun 2030-2031.

“Target operasionalnya di tahun 2030 atau 2031, semua itu sekali lagi tergantung pematangan lahan. Mudah-mudahan berjalan lancar,” tandasnya. 

Leave a Reply