Kolaborasi Bersama Sumilir Membentuk Jejaring Digital UMKM di Banyuanyar

Kolaborasi Bersama Sumilir Membentuk Jejaring Digital UMKM di Banyuanyar
Tangkapan layar laman website sumilir.web.id yang dikembangkan Pemerintah Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari, Kota Solo dan menjadi platform kolaborasi bersama Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banyuanyar. (Tim Espos)

Cendrawasihpost.com, SOLO — Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, adalah salah satu KKMP di Kota Solo yang sangat konsen dengan digitalisasi. 

Pengurus koperasi bersama Pemerintah Kelurahan Banyuanyar memandang digitalisasi adalah kebutuhan mutlak untuk mengembangkan KKMP di Banyuanyar menjadi koperasi yang lebih modern lagi. 

Dengan demikian, KKMP Banyuanyar berkolaborasi dengan platform Sumilir yakni, sumilir.web.id yang sudah lebih dulu dikembangkan Pemerintah Kelurahan Banyuanyar. Sumilir adalah platform atau rumah bagi UMKM-UMKM di Kelurahan Banyuanyar untuk memperluas jaringan pemasaran dan penjualan. 

Di dalam website tersebut, publik bisa melihat ekosistem UMKM yang ada di Kelurahan Banyuanyar. Mulai dari nama UMKM, kuliner, toko, dan jasa, dan memuat peta UMKM yang ada di kelurahan tersebut. Di website tersebut juga terdapat kanal yang menjadi forum diskusi atau komunikasi informasi tentang UMKM dan produk-produk yang disediakan. 

Lewat peran kolaboratif KKMP, sumilir.web.id makin efektif menggerakkan roda ekonomi kelurahan dan membentuk jejaring digital dan menghubungkan UMKM lokal dengan konsumen. 

“Ini [sumilir.web.id] adalah salah satu program andalan yang dimiliki Banyuanyar. Jaringan pengusaha dan UMKM di Banyuanyar jadi satu di platform tersebut. Kami ingin agar semua UMKM di Banyuanyar bisa saling tumbuh bersama, dan membangun demand-nya di situ. Koperasi [KKMP] inilah yang sekarang menggerakkan,” kata Pengurus KKMP Banyuanyar, Sri Mulyani, saat berbincang dengan Espos, beberapa waktu lalu. 

Sebagai sebuah platform, sumilir.web.id telah dirancang sebagai kanal bersama. Platform ini telah menghimpun sejumlah umkm pada awal-awal pengembangannya.
 
“Ini baru tahap pengembangan awal. Semua UMKM harapannya nanti bisa masuk di web tersebut. Ya, jadi akan dikembangkan lagi seperti marketplace,” kata Sri. 

Seorang pelaku UMKM produsen black garlic, Sugiyanto, mengatakan digitalisasi seperti pengembangan web Sumilir ini sangat penting bagi UMKM. 

“Kami [UMKM] bisa dikenal luas oleh Masyarakat. Masyarakat semua tahu produk-produk yang dimiliki Banyuanyar, dan bisa order lewat website.” 

Kehadiran platform digital adalah upaya nyata menghadirkan ruang bagi produk lokal agar lebih terhubung luas dengan pasar. Lewat peran KKMP, platform ini dapat menjadi asa baru bagi industri kecil dan menengah di Kelurahan Banyuanyar.  

Lurah Banyuanyar, Legiyanto, menjelaskan Sumilir dirancang sebagai etalase digital yang menghimpun berbagai jenis usaha milik warga dalam satu platform. 

“Di dalam Sumilir ada berbagai kategori usaha, mulai kuliner, jasa, barang, hingga perbengkelan,” katanya. 

Saat ini platform tersebut masih terus dikembangkan. Sejumlah data UMKM telah mulai dihimpun meski belum seluruhnya masuk ke dalam platform. Dia membenarkan Pemerintah Kelurahan Banyuanyar bersama KKMP kini berkolaborasi untuk mengelola dan mengembangkan platform tersebut agar UMKM dan koperasi dapat tumbuh bersama. 

Menurut Legiyanto, Sumilir tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi. Platform tersebut juga diharapkan mampu memetakan potensi ekonomi serta kebutuhan masyarakat secara lebih akurat. 

Data yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk melihat peluang pasar, menentukan kebutuhan komoditas masyarakat, hingga menjadi dasar pengembangan usaha di tingkat lokal.

“Seluruh warga bisa mengetahui potensi UMKM apa saja yang ada di Banyuanyar dan kebutuhan komoditas yang berkembang di masyarakat,” ujar Lurah.

Leave a Reply