Cendrawasihpost.com, SEMARANG — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah menerima laporan gagal panen padi akibat kekeringan di 13 titik yang tersebar di kabupaten Brebes dan Kabupaten Rembang. Total luas lahan yang mengalami gagal panen mencapai 71,48 hektare (ha).
Kepala Distanak Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares alias Frans, mengungkapkan gagal panen padi di Brebes tersebar di lima titik. Sedangkan di Rembang, ada delapan titik.
“Luasnya diperkirakan sekitar 71,48 hektare,” ungkap Frans kepada Epsos, Sabtu (3/10/2026).
Frans menerangkan, laporan gagal panen di Brebes dan Rembang disebabkan masalah kekeringan. Tim telah diterjunkan untuk mengecek soal laporan gagal panen padi di Brebes dan Rembang itu.
“Semua dari 13 titik lokasi yang melapor itu alasannya kekeringan. Kami kirim petugas untuk cek apakah sudah gagal atau masih bisa diselamatkan. Kalau hasil cek di atas 75% tidak bisa dipanen, berarti kami anggap sudah gagal panen itu,” ucapnya.
Frans mengakui saat ini sebagian besar wilayah di Jateng masih menghadapi musim kemarau. Padahal sepengetahuannya, beberapa daerah di Jakarta dan Jawa Barat, sudah mulai diguyur hujan.
“Memang sebagian besar kondisi ketersediaan airnya [di Jateng] itu menurun drastis karena kemarau. Yang kita andalkan adalah yang bersumber dari waduk, dari lima BBWS [Balai Besar Wilayah Sungai] yang menyuplai irigasi untuk pertanaman di Jawa Tengah,” ucapnya.
Kendati demikian, upaya penyaluran air untuk pertanian tetap diusahakan oleh Distanak Jateng. Pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing BBWS agar dapat menyesuaikan suplai air bagi irigasi pertanian di berbagai wilayah di Jawa Tengah.
“Kami juga tetap menarik air dari beberapa sumber. Seperti di Rembang, kami berencana menarik air dari sungai yang masih ada airnya, kemudian airnya disalurkan ke embung yang sudah ada jaringannya dan menuju lahan petani kurang lebih 500 hektare,” akunya.
Adapun target produksi padi di Jateng tahun ini sebesar 10,5 juta ton. Frans tak menampik, target tersebut kemungkinan tidak akan tercapai sempurna.
“[kekeringan berpotensi menurunkan target produksi padi Jateng?] Iya, antara 4-5%,” tuturnya.

Leave a Reply