Cendrawasihpost.com, SOLO — Tingkat kunjungan Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, melonjak pada Minggu (4/10/2026). Wisatawan yang datang mayoritas merupakan jemaah acara Haul Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Haul Solo) ke-115.
Wisatawan berkunjung menggunakan kendaraan pribadi hingga transportasi umum. Para wisatawan melakukan berbagai aktivitas di masjid hibah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut, mulai dari beribadah, beristirahat, hingga berfoto.
Salah satunya Ainul Yaqin, 36, bersama istrinya, Melati, 39, yang duduk di taman Masjid Raya Sheikh Zayed setelah mengikuti acara maulid Haul Solo, Minggu pagi. Warga Bantul tersebut menggunakan kereta rel listrik (KRL) dan tiba di Solo pada Sabtu (3/10/2026) menjelang tengah malam.
Ainul menjelaskan baru pertama kali menghadiri Haul Solo. Dia hadir dalam acara tersebut karena alasan kepercayaan. Menurut dia, menghadiri acara haul merupakan tradisi dari para leluhur.
“Pengalamannya menarik ya, menariknya antusiasme dari masyarakat dari seluruh Indonesia maupun dari luar negeri juga ada yang datang. Ya, berkesan. Sangat berkesan,” jelas dia kepada Espos.
Setelah mengikuti acara haul, Ainul melanjutkan perjalanan ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Dia tertarik melihat arsitektur bangunan yang merupakan hibah dari UEA tersebut setelah melihat beberapa konten di media sosial.
Ainul mengatakan akan mengikuti Haul Solo berikutnya. Dia memberikan masukan kepada penyelenggara maupun Pemkot Solo agar jemaah tidak memenuhi seluruh area jalan, tetapi tetap memberikan ruang bagi pejalan kaki dengan menyediakan tali pembatas atau peralatan lainnya.
Jalur pejalan kaki tersebut, menurut dia, dapat digunakan untuk akses dalam kondisi gawat darurat maupun menuju toilet. Selain itu, Pemkot Solo perlu memperbanyak tempat sampah sehingga para tamu mudah membuang sampah pada tempatnya.
Kali Pertama Ikut Haul
Sementara itu, jemaah dari Kudus, Luqmanul Abib, 44, berangkat ke Solo bersama tujuh anggota keluarganya. Dia menggunakan mobil pribadi dan tiba pada Minggu pukul 02.00 WIB untuk mengikuti maulid.
“Ini merupakan pengalaman pertama keluarga mengikuti Haul Solo. Kalau saya sendiri sudah setiap tahun. Ikut haul ini enak ya, hati bisa tenang,” kata dia.
Luqmanul menjelaskan mampir ke Masjid Raya Sheikh Zayed untuk berfoto bersama keluarga. Dia harus pulang pada Minggu siang karena Senin harus bekerja.
“Masukan kepada Pemkot Solo untuk mengatur lalu lintas karena ada tukang parkir dan tukang ojek yang banyak pada saat kami meninggalkan lokasi parkir. Kami tidak bergerak kira-kira setengah jam,” ujar dia.
Dia mengaku tidak masalah membayar tarif parkir mobil Avanza sebesar Rp50.000 kepada juru parkir (jukir) karena jukir tersebut bertanggung jawab dengan bersiaga tidak jauh dari kendaraannya. Dia pernah memiliki pengalaman tidak menyenangkan pada Haul Solo sebelumnya, yakni membayar tarif parkir, tetapi jukir tidak bertanggung jawab.
“Cuma tukang parkir yang tanggung jawab waktu acara mau salat, acara mau ibadah ya karena yang punya toko itu mau buka jadi ada masalah,” ujar dia.

Leave a Reply