Urunan Warga Slogoretno Wonogiri Wujudkan Ambulans Desa dan Yayasan Sosial

Urunan Warga Slogoretno Wonogiri Wujudkan Ambulans Desa dan Yayasan Sosial
Warga Desa Slogoretno wujudkan kepemilikan ambulans desa, belum lama ini. (Istimewa/Pemdes)

Cendrawasihpost.com, WONOGIRI — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat Desa Slogoretno, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, membuahkan hasil nyata. Selama sekitar tiga bulan, warga desa tersebut berhasil menggalang donasi sebesar Rp247.618.000 untuk mewujudkan ambulans desa.

Penggalangan donasi dilakukan sejak awal Maret hingga akhir Juni 2026. Dana tersebut murni berasal dari masyarakat Desa Slogoretno, baik warga yang tinggal di desa maupun mereka yang saat ini berada di perantauan.

Dari hasil penggalangan dana tersebut, masyarakat kemudian membeli satu unit mobil Toyota Kijang Innova. Kendaraan itu selanjutnya didesain dan dipersiapkan menjadi ambulans desa yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan kesehatan dan sosial masyarakat.

Kepala Desa Slogoretno, Suparmanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengadaan ambulans tersebut.

Menurut dia, terwujudnya ambulans desa menjadi bukti nyata kepedulian sekaligus kekompakan masyarakat Slogoretno. Gotong royong tidak hanya dilakukan warga yang tinggal di desa, tetapi juga melibatkan masyarakat Slogoretno yang berada di berbagai daerah perantauan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Slogoretno, baik yang ada di desa maupun yang berada di perantauan, yang telah bersama-sama memberikan dukungan sehingga ambulans desa ini dapat terwujud,” ujar Suparmanto.

Keberadaan ambulans desa diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan sarana transportasi untuk berbagai keperluan. Selain mendukung pelayanan kesehatan, kendaraan tersebut juga diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan sosial masyarakat.

“Semangat gotong royong warga Slogoretno ternyata tidak berhenti setelah ambulans desa berhasil diwujudkan. Masyarakat kemudian melanjutkan gerakan sosial tersebut dengan membentuk Yayasan Slogoretno Peduli,” tambahnya.

Yayasan Slogoretno Peduli

Yayasan tersebut dibentuk sebagai wadah untuk menjaga keberlanjutan operasional ambulans desa sekaligus menampung dan mengembangkan berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi masyarakat.

Ke depan, Yayasan Slogoretno Peduli diharapkan tidak hanya berkutat pada pengelolaan ambulans desa. Yayasan tersebut juga ditargetkan dapat bergerak lebih luas dalam berbagai kegiatan sosial serta turut berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Desa Slogoretno.

Dalam musyawarah pembentukan yayasan, Cuk Widada terpilih sebagai Ketua Yayasan Slogoretno Peduli. Setelah badan hukum yayasan diterbitkan, kepengurusan akan dilengkapi dengan koordinator wilayah di masing-masing kota atau provinsi di Indonesia.

“Koordinator wilayah tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi penghubung sekaligus mengoordinasikan masyarakat Slogoretno yang berada di perantauan dan ingin turut berkontribusi dalam kegiatan Yayasan Slogoretno Peduli,” kata dia.

Pembentukan yayasan menjadi langkah lanjutan dari gerakan gotong royong masyarakat Slogoretno. Dengan adanya wadah tersebut, semangat kepedulian yang sebelumnya diwujudkan melalui pengadaan ambulans diharapkan dapat terus berkembang.

“Masyarakat Desa Slogoretno berharap ambulans desa dan Yayasan Slogoretno Peduli dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Gerakan tersebut juga diharapkan menjadi contoh bahwa kekompakan warga, termasuk mereka yang berada di perantauan, dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutupnya.

Leave a Reply