Cendrawasihpost.com, SEMARANG — Seorang saksi mata mengungkapkan detik-detik kebakaran di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (17/9/2026) malam. Warga lokal mengaku sempat panik melihat kepulan asap tebal dan kobaran api yang dengan cepat merambat di tumpukan sampah kering.
Nuchrowi, 56, warga lokal, menceritakan detik-detik awal munculnya kobaran api di lahan seluas sekitar 3 hektare (ha) tersebut. Persisnya, seusai menjalankan ibadah salat Magrib, keponakannya berteriak lantang bahwa terjadi kebakaran.
“Saya lagi santai-santai habis Magrib. Keponakan lewat habis kerja dari Kedungpane belanja alat jahit, dia bilang, ‘Mbah, TPA kebakaran’. Saya langsung menuju ke lokasi,” kata Nuchrowi saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat malam.
Setibanya di lokasi, Nuchrowi mendapati api di area dalam TPA sudah membesar. Asap hitam pekat yang membubung tinggi disebut sempat menutup pandangan di sepanjang jalan atau jalur pinggir bekas TPA Jatibarang.
“Tadi pas saya sampai sini jalanan gelap banget karena tertutup asap. Tapi untungnya posisi permukiman warga di bawah, asap membubung ke atas, jadi warga kampung tidak terlalu terdampak. Tapi kalau pengguna jalan, ya kena,” bebernya.
Menurut Nuchrowi, tumpukan sampah di area bekas TPA Jatibarang memang sangat rawan terbakar. Meskipun sudah lama ditutup, lokasi tersebut masih dipenuhi tumpukan sampah dan semak belukar yang telah mengering.
Bahkan, lanjut Nuchrowi, saat armada pemadam kebakaran tiba, petugas sempat kesulitan masuk. Sebab, pintu gerbang bekas TPA dalam kondisi terkunci dan tertutup rapat.
“Gerbangnya tertutup rapat, enggak bisa didorong. Tadi gerbangnya sampai diangkat ramai-ramai supaya armada bisa masuk. Beruntung penanganan dari petugas pemadam ini cepat,” ucapnya.
Sementara itu, Kasi Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Listiyono, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 19.00 WIB. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 ha.
“Apinya berawal dari sisi barat, lalu merambat,” ungkap Listiyono.
Listiyono mengakui sampah-sampah yang terbakar cukup membuat tim pemadam kebakaran kesulitan. Oleh karena itu, dia mengingatkan bahaya kebakaran yang tetap mengintai jika masyarakat masih membuang sampah di bekas TPA Jatibarang.
“Kalau pengolahan sampah seperti ini ya bom waktu, kapan saja bisa terbakar. Apalagi saat ini cuaca [panas] ekstrem,” pungkasnya.
Kendati demikian, terkait dugaan penyebab kebakaran, Listiyono belum bisa memastikan. Namun, ada kemungkinan kebakaran sengaja dilakukan atau terjadi secara tidak sengaja.
“Bisa jadi karena dibakar, tapi kemungkinan kecil. Karena kalau sengaja, efeknya pasti luar biasa, bisa sampai bawah [TPA Jatibarang aktif]. Kalau tersulut api tidak sengaja, ada kemungkinan juga, karena ada lahan produktif dekat sini,” nilainya.

Leave a Reply