Dulu Viral, Eduwisata & Mini Zoo Taman Jlengut di Karangduren Klaten Tetap Eksis

Dulu Viral, Eduwisata & Mini Zoo Taman Jlengut di Karangduren Klaten Tetap Eksis
Suasana Taman Jlengut di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026). (Daerah/Taufiq Sidik Prakoso)

Epsosin, KLATEN — Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, memiliki destinasi wisata bernama Taman Jlengut. Beroperasi selama beberapa tahun terakhir, wisata itu memiliki mini zoo serta menawarkan paket outbound.

Tempat wisata tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Usaha Desa Karangduren. Tiket masuknya murah meriah Rp6.000 per orang. Destinasi itu buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Lokasinya berada di tanah kas desa seluas 1 hektare. Sebelum jadi destinasi wisata, area tersebut merupakan lahan kurang produktif lantaran terlalu banyak air.

Direktur BUMDes Karya Usaha, Muzakir, mengungkapkan wahana yang ditawarkan di destinasi itu mulai dari mini zoo, kolam renang anak, river tubing hingga paket outbound.

Untuk mini zoo, Muzakir menjelaskan ada lebih dari 40 jenis hewan koleksi Taman Jlengut. Ada burung merak, rusa, ular piton, buaya, dan aneka satwa koleksi lainnya. “Yang paling banyak itu untuk koleksi burung macamnya ada banyak,” kata Muzakir saat ditemui pekan lalu.

Muzakir menjelaskan untuk tarif paket outbound di Taman Jlengut mulai Rp60.000 per orang. Dari paket tersebut pengunjung sudah mendapatkan pendamping dari penyedia jasa outbound profesional, makan hingga menikmati semua wahana di Taman Jlengut termasuk river tubing hingga pengetahuan tentang satwa. “Kami sudah kolaborasi dengan 20 pemilik outbound se-Kabupaten Klaten,” jelas Muzakir.

Peminat wisata terutama paket outbound di Taman Jlengut cukup tinggi. Tak hanya datang dari Klaten, rombongan pengunjung datang dari berbagai daerah di antaranya Semarang, Solo, Wonogiri serta Gunungkidul.

“Juli kemarin untuk booking paket outbound luar biasa. Sehari itu bisa empat booking-an. Ada kelompok PAUD, TK maupun SD. Pada Juli kemarin itu dalam sebulan sampai 6.000 pengunjung,” jelas Muzakir.

Muzakir menjelaskan ke depan objek wisata tersebut terus dikembangkan. Termasuk menambah koleksi satwa. Salah satu yang diharapkan dari pengelola yakni penambahan satwa burung unta.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengatakan Taman Jlengut sebelumnya sudah dikenal luas dan menjadi salah atu potensi wisata desa. Hamenang menilai potensi itu perlu mendapatkan perhatian agar dapat kembali berkembang dan bermanfaat bagi warga maupun peningkatan pendapatan asli desa.

Hamenang menjelaskan Pemkab siap memfasilitasi kerja sama antara BUMDes dengan pihak investor. “Dengan terlibatnya investor, tentu diharapkan menjadi lebih cepat dalam pengembangannya. Mangga Pak Kades, proposal bisnisnya bisa segera diurus untuk kemudian kami jembatani dengan investor,” jelas Hamenang.

Leave a Reply