Pengunjung Pasar Pasaran di Taman Balekambang Tembus 10.000 Orang per Hari

Pengunjung Pasar Pasaran di Taman Balekambang Tembus 10.000 Orang per Hari
Pengunjung meintas dengan latar dekorasi seni yang menghiasi Pasar Pasaran di Taman Balekambang, Solo, Minggu (12/4/2026). Ribuan pengunjung memadati area Pasar rakyat bernuansa Bali modern estetis tersebut menampilkan beragam produk lokal, kuliner dan karya seni yang digelar sebagai wadah promosi bagi para pelaku UMKM sekaligus ruang hiburan kreatif bagi anak muda dan wisatawan di Kota Solo. (Daerah/J Howi Widodo).

Cendrawasihpost.com, SOLO — Pengunjung pasar tematik Pasar Pasaran yang digelar di Taman Balekambang, pada Jumat-Minggu (10–12/4/2026) mencapai 10.000 orang per hari.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai hal ini lantaran adanya perbedaan antusiasme masyarakat, terutama generasi Z, saat lokasi acara dipindahkan ke ruang publik. Pada tahun-tahun sebelumnya, acara yang diprakarsai Hello Market Solo ini rutin digelar di pusat perbelanjaan atau mal modern.

“Tahun-tahun lalu event Pasar Pasaran dilakukan di mal modern dengan kapasitas pengunjung yang standar. Tahun ini dilakukan di Taman Balekambang dan laporannya mencapai angka 10.000 orang per hari tanpa pengondisian,” ujar Respati saat meninjau lokasi, Minggu (12/4/2026).

Respati menilai penggunaan ruang publik seperti Balekambang memberikan suasana baru yang lebih terbuka bagi masyarakat.

Menurutnya konsep pasar tematik yang memadukan dekorasi dan pertunjukan seni ini menjadi salah satu faktor penarik minat pengunjung untuk datang dan bertransaksi dengan pelaku UMKM lokal.

Dalam gelaran kali ini, tercatat sebanyak 46 tenant UMKM berpartisipasi menawarkan berbagai produk, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen.

Respati menegaskan Pemerintah Kota Solo selalu mendukung inisiatif kreatif yang mampu memperluas jangkauan promosi produk lokal melalui kegiatan serupa.

“Kita ingin ruang-ruang publik di Kota Solo terus hidup dengan kegiatan yang memberi manfaat ekonomi. Ketika masyarakat datang menikmati suasana dan berbelanja produk lokal, di situlah terjadi dampak nyata bagi para tenant,” tambahnya.

Pengunjung melintas dengan latar dekorasi seni yang menghiasi Pasar Pasaran di Taman Balekambang, Solo, Minggu (12/4/2026). Ribuan pengunjung memadati area Pasar rakyat bernuansa Bali modern estetis tersebut menampilkan beragam produk lokal, kuliner dan karya seni yang digelar sebagai wadah promosi bagi para pelaku UMKM sekaligus ruang hiburan kreatif bagi anak muda dan wisatawan di Kota Solo. (Daerah/J Howi Widodo).
Pengunjung melintas dengan latar dekorasi seni yang menghiasi Pasar Pasaran di Taman Balekambang, Solo, Minggu (12/4/2026). Ribuan pengunjung memadati area Pasar rakyat bernuansa Bali modern estetis tersebut menampilkan beragam produk lokal, kuliner dan karya seni yang digelar sebagai wadah promosi bagi para pelaku UMKM sekaligus ruang hiburan kreatif bagi anak muda dan wisatawan di Kota Solo. (Daerah/J Howi Widodo).

Respati berharap model kegiatan tematik ini dapat terus berkembang sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan dan identitas Solo sebagai kota kreatif.

Sementara itu, Founder Hello Market, Widya Rosena, menjelaskan Pasar Pasaran dirancang sebagai upaya untuk memperkenalkan konsep penyelenggaraan pasar yang mengutamakan pengalaman pengunjung. Selain transaksi, acara ini juga menyediakan ruang bagi berbagai komunitas hobi dan pertunjukan kesenian.

“Kami menghadirkan berbagai brand dari sektor food and beverage, produk organik, kesehatan, kecantikan, hingga hobi. Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi para pelaku kreatif untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung dalam suasana yang terbuka,” kata Widya.

Leave a Reply