LPPM UIN Saizu Perkuat Budaya Riset, Coaching Clinic Kualitatif Jadi Jalan

LPPM UIN Saizu Perkuat Budaya Riset, Coaching Clinic Kualitatif Jadi Jalan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset dosen melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Metodologi Penelitian Kualitatif. (Istimewa)

Cendrawasihpost.com, PURWOKERTO-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset dosen melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Metodologi Penelitian Kualitatif.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (9–10/4/2026), di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat. Sebagai penyelenggara, LPPM memandang coaching clinic ini sebagai langkah strategis untuk mendorong dosen mampu menghasilkan proposal riset yang kompetitif dan berdaya saing tinggi, khususnya dalam mengakses hibah nasional maupun internasional.

Dalam kegiatan ini, LPPM UIN Saizu menghadirkan para narasumber yang merupakan praktisi langsung di bidang riset dan pendanaan, yakni Prof. M. Alie Humaedi, peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus reviewer LPDP/MORA The Air Fund, Dr. Ruchman Basori selaku Kepala Pusat Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI; serta Gustaf Wijaya, peneliti BRIN.

Kepala LPPM UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ansori menegaskan bahwa kehadiran narasumber dari lembaga riset nasional dan pengelola program pendanaan bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif sekaligus pengalaman praktis kepada para peserta.

“Kami sengaja menghadirkan pelaku langsung, baik dari BRIN maupun pengelola program pendanaan. Harapannya, peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar mampu menghasilkan proposal yang lolos pendanaan,” tegasnya.

LPPM UIN Saizu Purwokerto juga mendorong para dosen untuk aktif memanfaatkan berbagai peluang hibah, termasuk program MORA The Air Fund. Menurut LPPM, peluang pendanaan riset masih terbuka luas selama dosen mampu memenuhi kriteria dan menyusun proposal secara strategis.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 dosen dan turut dihadiri oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Ridwan serta Wakil Rektor I UIN Saizu Purwokerto, Prof. Suwito sebagai bentuk dukungan penuh pimpinan terhadap penguatan budaya riset di lingkungan kampus.

Dalam arahannya, Rektor Prof. Ridwan menekankan bahwa kualitas riset menjadi salah satu indikator utama dalam meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Saat ini, UIN Saizu juga tengah mengembangkan program international collaborative research dengan melibatkan puluhan perguruan tinggi mitra dari berbagai negara.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan dosen agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional, termasuk dalam mengakses pendanaan dari berbagai lembaga donor,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, antara lain sosialisasi program MORA The Air Fund oleh Dr. Ruchman Basori, serta pemaparan dari Prof. M. Alie Humaedi dan Gustaf Wijaya terkait penyusunan proposal riset yang kompetitif.

Materi yang disampaikan mencakup teknik menyusun proposal strategis, pengenalan skema RIIM, latihan penyusunan short proposal, hingga strategi menghasilkan luaran berupa publikasi pada jurnal bereputasi global Q1 dan Q2. Tak hanya teori, LPPM juga merancang sesi diskusi intensif dan review proposal agar peserta dapat langsung mempraktikkan penyusunan proposal riset yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, LPPM menegaskan perannya sebagai motor penggerak penguatan budaya riset di UIN Saizu. Coaching clinic ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya proposal-proposal unggulan yang tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.  (NA)

Leave a Reply