Kronologi Bocah Hanyut hingga Meninggal saat Banjir Besar di Guntur Demak

Kronologi Bocah Hanyut hingga Meninggal saat Banjir Besar di Guntur Demak
Caps: Tim SAR saat melakukan pencarian seorang bocah usia 8 tahun asal Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (3/4/2026). (Dok BPBD Demak).

Cendrawasihpost.com, DEMAK — Seorang bocah usia 8 tahun asal Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), meninggal dunia dalam insiden banjir yang melanda pada Jumat (3/4/2026). Korban, diduga hanyut di aliran sungai saat sedang main dan jasadnya ditemukan pada Sabtu (4/4/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, mengatakan korban hanyut di sungai pada Jumat, sekitar pukul 14.30 WIB. Tim SAR yang menerima laporan langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke dua, sekitar pukul 11.00 WIB.

“Iya, lokasi kejadian di area banjir, tepatnya persawahan Dukuh Solowere, Trimulyo,” kata Agus saat dihubungi Espos, Senin (6/4/2026).

Terkait kronologi kejadian, terang Agus, peristiwa tersebut berawal saat seorang warga setempat melihat korban dan orangtuanya tengah menuju ke rumah untuk mengamankan padi di rumahnya. Setelah itu, ibu korban kembali lagi memastikan anaknya ikut bermain bersama tetangganya.

“Kemudian orang tuanya baru sadar kalau anaknya tenggelam, ada warga merlihat teriakan anak dan melambaikan tangan minta tolong, kemudian warga itu meminta warga lain untuk mencari anak tersebut,” terangnya.

Korban dalam insiden ini, merupakan bocah usia 8 tahun asal Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, berinisIal AR. Korban meninggal dunia usai terbawa derasnya arus sungai.

“Pencarian hingga 300 meter [dari lokasi hanyut], dan korban berhasil ditemukan Sabtu,” sambungnya.

Sekadar untuk diketahui, selain memakan korban jiwa, banjir di Demak yang berlangsung hingga hari ketiga ini juga membuat sekitar 1.325 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 5.148 jiwa terdampak. Sejumlah infrastruktur dan pertanian warga juga rusak dengan rincian sebagai berikut: 

– 1.325 rumah
– 27 tempat ibadah
– 16 tempat pendidikan
– 300 hektar (ha) pertanian
– Satu jembatan atau jalan

“Jalan penghubung Sidoarjo ke Trimulyo kondisi terputus. Kemudian kerusakan rumah masih terus pendataan,” ungkapnya.

Kendati kerusakan rumah masih terus pendataan, catatan sementara BPBD Demak ada 11 rumah hanyut, tujuh rumah rusak berat dan sembilan rumah rusak ringan. Seluruhnya berada di RW 5, Dukuh Solondoko, Guntur.

Tak hanya itu, sampai Senin siang, 12 jiwa juga belum bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Belasan orang itu tengah mengungsi di Madrasah Diniyah Sindon.

BPBD Demak bersama stakeholder dan tim lainnya terus berupaya memenuhi kebutugan mendesak bagi masyarakat. Di antaranya obat-obatan, air bersih, perlengkapan bayi, dan peralatan kebersihan. 

Leave a Reply