Komplotan Pencuri Susu Formula di Ngawi Terekam CCTV, Disembunyikan Dalam Gamis

Komplotan Pencuri Susu Formula di Ngawi Terekam CCTV, Disembunyikan Dalam Gamis
Rekaman CCTV seorang perempuan mencuri susu formula pada sebuah minimarket di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). (Istimewa)

Cendrawasihpost.com, NGAWI — Aksi pencurian susu formula di sebuah minimarket di Kabupaten Ngawi terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Pelaku diduga beraksi secara berkomplot dengan modus berpura-pura berbelanja dan berhasil menggondol 6 kotak susu senilai Rp1 juta.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 18 detik yang tersebar luas di media sosial, terlihat seorang perempuan memasukkan dua kotak susu formula dengan cara dijepit di antara kedua kakinya, lalu ditutupi menggunakan gamis pada sebuah minimarket di Dusun Pucanganom, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Senin (6/4/2026).

Salah satu karyawan minimarket, Agus membenarkan kejadian pencurian tersebut. Ia menyebut total ada enam kotak susu formula bayi yang dibawa kabur pelaku.

“Susu ukuran 1 kilogram ada empat kotak, dan ukuran 500 gram dua kotak,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026).

Agus menjelaskan, aksi pencurian diduga dilakukan oleh tiga orang yang saling bekerja sama. Awalnya, seorang pria masuk lebih dulu untuk memantau situasi di dalam toko.

Ia juga merinci dua pelaku pria berusia muda dan mengenakan sarung, sementara pelaku perempuan diperkirakan berusia paruh baya, mengenakan masker, jilbab besar, serta gamis.

“Setelah itu, dua orang lainnya, laki-laki dan perempuan, masuk bersamaan. Ketiganya berpakaian tertutup,” jelasnya.

Menurutnya, para pelaku sudah berpengalaman dalam menjalankan aksinya. Pasalnya, susu formula yang diambil berasal dari dari rak dekat tiang, lalu disembunyikan di bawah kaki sehingga tidak mudah terlihat oleh karyawan.

Akibat kejadian tersebut, pihak minimarket mengalami kerugian lebih dari Rp1 juta. Meski demikian, pihak toko memilih tidak melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Agus menambahkan, kasus pencurian bukan kali pertama terjadi di minimarket tersebut. Sekitar setahun lalu, toko itu juga pernah dibobol dari bagian tembok belakang, menyebabkan sejumlah barang hilang.

“Kami menduga ini sindikat yang memang menyasar toko-toko. Tapi untuk saat ini belum kami laporkan. Sampai sekarang pelaku yang dulu belum tertangkap. Kerugiannya juga cukup besar,” imbuhnya.

Sementara itu, kasir minimarket, Nanik, mengaku awalnya tidak menyadari aksi pencurian tersebut. Ia baru mengetahui adanya barang hilang setelah melakukan pengecekan stok bersama rekan kerjanya.

Meski sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku, Nanik mengaku tidak berani melakukan pemeriksaan langsung. Setelah jam operasional berakhir, pihaknya baru menyadari adanya selisih stok barang.

“Setelah dicek di daftar, barangnya ada, tapi di etalase sudah hilang. Akhirnya kami lihat rekaman CCTV, dan ternyata benar mereka yang mengambil,” tandasnya.

Leave a Reply