Didominasi UNS, 44 Siswa SMAN 1 Sukoharjo Lolos PTN Lewat SNBP dan IUP

Didominasi UNS, 44 Siswa SMAN 1 Sukoharjo Lolos PTN Lewat SNBP dan IUP
Ilustrasi UNS Solo. (Istimewa/Humas UNS)

Cendrawasihpost.com, SUKOHARJO — Sebanyak 44 siswa SMAN 1 Sukoharjo berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan International Undergraduate Program (IUP) 2026.

Mayoritas siswa diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS), menjadikan kampus tersebut sebagai tujuan terbanyak bagi lulusan sekolah ini tahun ini.

Kepala SMAN 1 Sukoharjo, Harmani, menjelaskan dari total tersebut, sebanyak 38 siswa lolos melalui jalur SNBP 2026. Mereka diterima di berbagai PTN ternama di Indonesia, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Jumlah siswa terbanyak diterima di UNS, yakni 27 siswa, kemudian, UGM enam siswa. Disusul Undip dan Unair masing-masing dua siswa. Terakhir, Unnes satu siswa,” kata dia, saat dihubungi Espos, Sabtu (4/4/2026).

Persaingan Ketat, Jumlah Kelulusan Menurun

Selain jalur SNBP, terdapat enam siswa lainnya yang diterima melalui jalur IUP 2026. Mereka diterima di sejumlah PTN, seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), dengan sistem perkuliahan menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar utama.

Harmani mengapresiasi capaian para siswa yang berhasil lolos seleksi masuk PTN. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi belajar para siswa.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya para siswa yang diterima di PTN. Mereka mampu membuktikan diri menembus seleksi masuk PTN,” ujar dia.

Namun demikian, jumlah siswa yang diterima di PTN tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, jumlah siswa dan siswi yang diterima di PTN sebanyak 58 siswa. Jadi, turun cukup signifikan jika dibanding pada 2025,” kata dia.

Ia menyebut penurunan tersebut tidak hanya terjadi di SMAN 1 Sukoharjo, tetapi juga dialami sejumlah sekolah negeri lainnya di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya.

Menurut Harmani, meningkatnya persaingan menjadi salah satu faktor utama. Banyak siswa dari SMK unggulan kini turut bersaing dalam seleksi masuk PTN. Selain itu, jalur mandiri juga memengaruhi distribusi kuota SNBP.

“Ada beberapa siswa yang cenderung idealis. Siswa bersangkutan berminat melanjutkan kuliah di program studi A. Namun, nilai akademiknya tidak memenuhi sehingga gagal saat proses seleksi jalur SNBP,” pungkas dia.

Leave a Reply