Cendrawasihpost.com, BOYOLALI — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Boyolali akan mengirimkan 267 atlet dari 36 cabang olahraga (cabor) untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen Boyolali menargetkan mampu menembus 10 besar klasemen akhir.
Ketua KONI Boyolali, Joko Raharjo, mengatakan target tersebut bukan sekadar wacana, tetapi komitmen yang harus diwujudkan melalui kerja bersama.
“Kami ingin Boyolali masuk 10 besar Porprov 2026. Kuncinya soliditas dan kerja bersama. Mulai April ini kami persiapan hingga Oktober, enam bulan ini cukup dan kami optimistis,” kata Joko saat ditemui dalam acara Halalbihalal KONI Boyolali di kantor setempat, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan pada 2025 lalu KONI Boyolali mengelola anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang difokuskan untuk pembinaan cabang olahraga, penguatan sarana prasarana, serta perbaikan fasilitas sekretariat.
Sementara pada 2026, dukungan dana hibah telah disiapkan untuk menunjang persiapan atlet menuju Porprov.
Wakil Ketua II KONI Boyolali Bidang Pembinaan Prestasi, Rony Syaifullah, mengatakan Porprov Jateng 2026 akan digelar di Semarang Raya pada 24–29 Oktober 2026.
Pada Porprov Jateng 2023, kontingen Boyolali berada di peringkat 13 dengan raihan 21 medali emas. “Targetnya minimal mempertahankan emas atau meningkatkan perolehannya sehingga peringkatnya bisa naik ke 10 besar,” kata Rony.
Beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan Boyolali antara lain balap sepeda, pencak silat, kempo, selam, dan sepatu roda, yang sebelumnya telah menyumbangkan medali emas.
Ia berharap kontribusi medali dari 36 cabang olahraga yang dikirim bisa lebih merata. “Kalau masing-masing cabor bisa menyumbang minimal satu emas, maka kita bisa mendapatkan 36 emas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, seluruh atlet akan menjalani tes fisik awal pada 12 April di Stadion Kebogiro. Tes tersebut menjadi tahap penyaringan sekaligus penetapan atlet yang akan memperkuat kontingen Boyolali di Porprov Jateng 2026.
“Dari situ nanti atlet juga akan mendapatkan dukungan seperti uang saku, penyegar, hingga fasilitas sarana dan prasarana latihan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menegaskan keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi juga kekompakan tim dan pendekatan emosional dari para pelatih.
“Jangan hanya bicara anggaran. Kedekatan itu penting. Atlet butuh perhatian dan semangat. Itu yang akan mendorong mereka berprestasi,” ujarnya.
Menurut Agus, olahraga juga menjadi salah satu cara cepat untuk meningkatkan nama daerah di tingkat yang lebih luas. “Kalau prestasi naik, Boyolali akan semakin dikenal,” katanya.

Leave a Reply