AI Ubah Ruang Redaksi, AMSI dan Meta Kupas Tantangannya di #NgobroldiMeta

AI Ubah Ruang Redaksi, AMSI dan Meta Kupas Tantangannya di #NgobroldiMeta
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Meta Platforms menggelar workshop #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti pada Kamis-Jumat (9/4/2026). (Espos/Eka Novitasari)

YOGYAKARTA – Kegiatan ini menjadi kali pertama workshop kolaborasi AMSI dan Meta yang diselenggarakan di luar Jakarta.

Mengusung tema “Serba-serbi AI: Tantangan dan Kebijakan di Platform Daring”, workshop ini dikemas dalam format diskusi interaktif dan diikuti oleh 15 pelaku media digital dari wilayah Jawa-DIY. Kegiatan ini menyoroti perubahan signifikan dalam industri media seiring perkembangan teknologi digital dan kemunculan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Meta Platforms menggelar workshop #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti pada Kamis-Jumat (9/4/2026). (Istimewa/AMSI)
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Meta Platforms menggelar workshop #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti pada Kamis-Jumat (9/4/2026). (Istimewa/AMSI)

 

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital turut mengubah pola kerja di ruang redaksi. Oleh karena itu, pelaku media perlu mulai beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital secara optimal, termasuk dalam mendistribusikan konten jurnalistik.

Menurutnya, pemahaman terhadap praktik terbaik (best practice) dalam penggunaan platform digital, termasuk kebijakan standar komunitas, menjadi hal penting agar distribusi konten lebih strategis. Dengan demikian, media tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas konten yang dihasilkan.

“Ini memang menjadi tantangan bagi pelaku media. Kalau platform digital berubah, maka sudah seharusnya newsroom juga berubah,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

“Harapannya, melalui acara ini, teman-teman pelaku media nantinya bisa pulang dengan membawa oleh-oleh yang bisa diterapkan untuk pengembangan media masing-masing,” imbuhnya.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital (KTP2JB) atau Komite Publisher Rights, Suprapto Sastro Atmojo. Ia menilai #NgobroldiMeta merupakan bentuk kolaborasi yang dapat mendukung keberlangsungan media, khususnya dalam memanfaatkan berbagai fitur dan layanan di platform digital.

Suprapto juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah.

“Sehingga perusahaan media, jurnalis, bisa menghasilkan karya jurnalistik yang relevan agar berdampak pada performa perusahaan,” tutur Suprapto.

Pada hari pertama, Kamis (9/4/2026), workshop berlangsung secara interaktif dengan penyampaian berbagai insight terkait pemanfaatan platform Meta untuk mendukung produksi konten yang relevan bagi audiens. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan AI secara etis.

Meta menekankan pentingnya akurasi, verifikasi, serta penanganan misinformasi dalam produksi konten. Standar Komunitas yang diterapkan menjadi panduan dalam menciptakan konten yang aman dan bertanggung jawab di platform digital.

Sementara itu, pada hari kedua, Jumat (10/4/2026), peserta mendapatkan pelatihan praktis dalam menggunakan berbagai tools berbasis AI sebagai pendukung produksi jurnalistik. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pelaku media dalam meningkatkan kualitas konten di tengah dinamika perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, AMSI dan Meta mendorong pelaku media untuk lebih adaptif dalam menghadapi perubahan, sekaligus tetap menjaga prinsip-prinsip dasar jurnalisme yang berkualitas.

Leave a Reply